Senin, 31 Mei 2010

***********

118. Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

Kamis, 31 Desember 2009

Etika Guru dan Murid

Etika dan tugas murid:

1. mendahulukan kesucian jiwa daripada kejelekan akhlak, karena sabda nabi "Islam dibangun dengan dasar kebersihan"

2. Mengurangi hubungan(keluarga) dan menjauhi kampung halamannya sehingga hatinya terpaut pada ilmu. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan dua hati dalam dadanya. Karena itu, dikatakan bahwa ilmu tidak memberikan kepadamu sebagiannya sebelum engkau menyerahkan padanya seluruh jiwamu.

3. Tidak bersikap sombong terhadap ilmu dan menjauhi tindakan yang tidak terpuji kepada guru, bahkan ia harus menyerahkan segala urusan kepadanya, seperti orang yang sakit keras menyerahkan urusannya kepada dokter tanpa memutuskan sendiri suatu keperluannya. Rasulullah saw. bersabda "Sikap menjilat bukanlah akhlak seorang mukmin kecuali dalam menuntut ilmu."


Kamis, 22 Oktober 2009

Ilmu-ilmu tercela: Sihir, mantra, ramalan, filsafat dan sejenisnya.

sihir dan mantra menyebabkan berbagai kerusakan. sementara laramalan dilarang. Rasulullah saw. bersabda," Jika disebutkan ramalan, Diamlah". beliau memerintahkan kita untuk diam, karena manusia cenderung melupakan hukum sebab-akibat, yakni perantara-perantara, padahal ia adalah faktor yang tidak dapat diabaikan dalam menentukan suatu akibat.

ILMU TERPUJI DAN TERCELA, FARDHU 'AIN DAN FARDHU KIFAYAH (Bag. 4)

Syafi’I berkata,” aku tidak pernah merasa kenyang sejak enam belas tahun, karena kekenyangan dapat memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, membanyakkan tidur dan menjadikan seseorang lemah untuk beribadah”. Ia pun mengatakan, “ Aku tidak pernah bersumpah dengan nama Allah swt. Baik dalam perkara yang benar maupun perkara yang bohong.
Ia pernah ditanya mengenai suatu masalah, tetapi ia diam saja. Lalu ditanya, “Mengapa engkau tidak menjawab?”. Ia menjawab.” Hingga aku tahu apakah keutamaan itu ada dalam diamku atau dalam memberi jawaban”.
Syafi’I berkata,”Seorang bijak menulis surat kepada orang bijak lain. Ia mengatakan, ‘engkau telah diberi ilmu. Janganlah engkau mengotori ilmumu dengan kegelapan dosa karena engkau akan tetap dalam kegelapan pada hari cahaya para ahli ilmu bersinar dengan ilmu mereka dihadapan mereka’”.

Adapun mengenai kezuhudannya, hal itu tampak pada perkataanya,”Barang siapa yang mengatakan bahwa ia menggabungkan antara kecintaan pada dunia dan kecintaan pada penciptanya, maka ia telah berdusta”.

Kamis, 06 Agustus 2009

ILMU TERPUJI DAN TERCELA, FARDHU 'AIN DAN FARDHU KIFAYAH (Bag. 2)

Ketahuilah bahwa tingkatan-tingkatan ilmu adalah berdasarkan kedekatannya dengan ilmu akhirat. sebagaimana ilmu-ilmu syariat lebih utama dari pada ilmu-ilmu lainnya, maka ilmu yang berkaitan dengan hakikat-hakikat syariat lebih utama dari pada ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum lahiriyah. Maka ahli fiqih menghukumi bentuk lahir dengan sah dan batil. Di balik itu ada ilmu untuk mengetahui bentuk ibadah yang diterima atau ditolak. Hal itu termasuk ilmu-ilmu sufistik, sebagaimana yang akan dijelaskan kemudian. Para ulama masyhur, yang mazhab-mazhabnya dianut dan diikuti manusia, menggabungkan antara ilmu fiqih dan ilmu hakikat, serta mengamalkannya.


Hal itu hanya dapat diketahui dengan penyingkapan ihwal mereka dan menukil pendapat-pendapat mereka. Mereka itu ada 5: Syafi'i, Malik, Hanafi, Ahmad bin hambal, dan Sufyan Ats-Tsauri -- semoga Allah merahmati mereka. Masing-masing mereka adalah ahli ibadah, zuhud, dan alim dalam ilmu-ilmu akhirat, sekaligus alim dalam ilmu fiqih lahiriah yang berkaitan dengan kepentingan-kepentingan makhluk. Mereka semuanya dengan ilmu-ilmu tersebut menghendaki keridhoan Allah Swt.




www.wahyusantoso.741.com

apocalypse-coding.blogspot.com