Kamis, 31 Desember 2009

Etika Guru dan Murid

Etika dan tugas murid:

1. mendahulukan kesucian jiwa daripada kejelekan akhlak, karena sabda nabi "Islam dibangun dengan dasar kebersihan"

2. Mengurangi hubungan(keluarga) dan menjauhi kampung halamannya sehingga hatinya terpaut pada ilmu. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan dua hati dalam dadanya. Karena itu, dikatakan bahwa ilmu tidak memberikan kepadamu sebagiannya sebelum engkau menyerahkan padanya seluruh jiwamu.

3. Tidak bersikap sombong terhadap ilmu dan menjauhi tindakan yang tidak terpuji kepada guru, bahkan ia harus menyerahkan segala urusan kepadanya, seperti orang yang sakit keras menyerahkan urusannya kepada dokter tanpa memutuskan sendiri suatu keperluannya. Rasulullah saw. bersabda "Sikap menjilat bukanlah akhlak seorang mukmin kecuali dalam menuntut ilmu."


Kamis, 22 Oktober 2009

Ilmu-ilmu tercela: Sihir, mantra, ramalan, filsafat dan sejenisnya.

sihir dan mantra menyebabkan berbagai kerusakan. sementara laramalan dilarang. Rasulullah saw. bersabda," Jika disebutkan ramalan, Diamlah". beliau memerintahkan kita untuk diam, karena manusia cenderung melupakan hukum sebab-akibat, yakni perantara-perantara, padahal ia adalah faktor yang tidak dapat diabaikan dalam menentukan suatu akibat.

ILMU TERPUJI DAN TERCELA, FARDHU 'AIN DAN FARDHU KIFAYAH (Bag. 4)

Syafi’I berkata,” aku tidak pernah merasa kenyang sejak enam belas tahun, karena kekenyangan dapat memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, membanyakkan tidur dan menjadikan seseorang lemah untuk beribadah”. Ia pun mengatakan, “ Aku tidak pernah bersumpah dengan nama Allah swt. Baik dalam perkara yang benar maupun perkara yang bohong.
Ia pernah ditanya mengenai suatu masalah, tetapi ia diam saja. Lalu ditanya, “Mengapa engkau tidak menjawab?”. Ia menjawab.” Hingga aku tahu apakah keutamaan itu ada dalam diamku atau dalam memberi jawaban”.
Syafi’I berkata,”Seorang bijak menulis surat kepada orang bijak lain. Ia mengatakan, ‘engkau telah diberi ilmu. Janganlah engkau mengotori ilmumu dengan kegelapan dosa karena engkau akan tetap dalam kegelapan pada hari cahaya para ahli ilmu bersinar dengan ilmu mereka dihadapan mereka’”.

Adapun mengenai kezuhudannya, hal itu tampak pada perkataanya,”Barang siapa yang mengatakan bahwa ia menggabungkan antara kecintaan pada dunia dan kecintaan pada penciptanya, maka ia telah berdusta”.

Kamis, 06 Agustus 2009

ILMU TERPUJI DAN TERCELA, FARDHU 'AIN DAN FARDHU KIFAYAH (Bag. 2)

Ketahuilah bahwa tingkatan-tingkatan ilmu adalah berdasarkan kedekatannya dengan ilmu akhirat. sebagaimana ilmu-ilmu syariat lebih utama dari pada ilmu-ilmu lainnya, maka ilmu yang berkaitan dengan hakikat-hakikat syariat lebih utama dari pada ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum lahiriyah. Maka ahli fiqih menghukumi bentuk lahir dengan sah dan batil. Di balik itu ada ilmu untuk mengetahui bentuk ibadah yang diterima atau ditolak. Hal itu termasuk ilmu-ilmu sufistik, sebagaimana yang akan dijelaskan kemudian. Para ulama masyhur, yang mazhab-mazhabnya dianut dan diikuti manusia, menggabungkan antara ilmu fiqih dan ilmu hakikat, serta mengamalkannya.


Hal itu hanya dapat diketahui dengan penyingkapan ihwal mereka dan menukil pendapat-pendapat mereka. Mereka itu ada 5: Syafi'i, Malik, Hanafi, Ahmad bin hambal, dan Sufyan Ats-Tsauri -- semoga Allah merahmati mereka. Masing-masing mereka adalah ahli ibadah, zuhud, dan alim dalam ilmu-ilmu akhirat, sekaligus alim dalam ilmu fiqih lahiriah yang berkaitan dengan kepentingan-kepentingan makhluk. Mereka semuanya dengan ilmu-ilmu tersebut menghendaki keridhoan Allah Swt.




www.wahyusantoso.741.com

apocalypse-coding.blogspot.com



Kamis, 25 Juni 2009

ILMU TERPUJI DAN TERCELA, FARDHU 'AIN DAN FARDHU KIFAYAH (Bag. I)

Rasulullah Saw. bersabda, "Menuntut ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim dan muslimat." Yang wajib baginya setelah akhil balig dan keislamannya adalah mengetahui dua kalimat syahadat dan memahami maknanya. tidak wajib baginya menyempurnakannya dengan penjelasan-penjelasan terperinci. Melainkan cukup menyakininya tanpa kebimbangan dan keraguan, walau melalui taklid.

Demikianlah yang dilakukan rasulullah Saw. terhadap orang yang masuk islam dari orang-orang arab yang keras.kemudian setelah itu, ia menyibukkan diri dengan mempelajari apa yang akan dihadapinya berupa perintah-perintah Allah Swt., seperti shalat. untuk melaksanakan perintah-perintah tersebut itu, maka ia mempelajari shalat dan menguasainya sebelum tiba saat kewajibannya. Demikian pula puasa. ia juga wajib mempelajari ihwal zakat jika ia memiliki harta yang harus dikeluarkan zakatnya ketika sampai haul setelah ia masuk islam.Hal itu diwajibkan kepadanya sesuai kadar keperluan. ia pun diingatkan terhadap kewajiban haji. ia tidak harus tergesa-gesa mempelajarinya, sebagaimana tidak harus segera menunaikannya.

Ia wajib mempelajari apa yang harus ditinggalkan berupa perbuatan-perbuatan kemaksiatan atas berlalunya waktu berdasarkan kebutuhannya. apabila terlintas dipikirannya keraguan dalam akidahnya, maka ia harus belajar dan mengkaji sebatas menghilangkan keraguan itu, dan mempelajari ilmu yang dapat menyelamatkan dari kebinasaan dan memperoleh derajat yang tinggi adalah fardhu ain. sementara ilmu-ilmu yang lebih dari itu adalah fardhu kifayah, bukan fardhu ain.

www.geocities.com/wahyu_yuyud
www.wahyusantoso.741.com
apocalypse-coding.blogspot.com
apocalypse-islamic.blogspot.com